Sejenak aku terperanjat, hari ini jelas adalah hari kerugianku. Aku sia-siakan semua jamuan itu. Rasa sesal ini rutin menghinggapi setiap akhir menjelang bulan suci ini. Sungguh yang terakhir ini aku ingin "berbeda", aku ingin "bisa" dan aku ingin "tertunduk" akan kodrat dan fitrahku. 'Aku manusia biasa", harus aku kubur dalam-dalam kalimat itu. Sungguh aku hidup "bergerak" karena pilihanku. Aku bergerak dalam nafas kepastianMU. Aku tak ingin pembenaran kelemahan menjadi batas karyaku. Mungkin tak ada tepuk tangan dalam karyaku, tapi aku sadar. Aku mahluk, aku khalifah dan aku "Homo Sapiens". Semua indra mampu memberi impuls dalam bernafas. Dan aku mesti mengerti hal itu. Sungguh penundaan memberi tenggat untuk si merah. Aku tak mau itu, aku rentan. aku rentan. aku rentan. Di akhir ramadlan ini, semoga aku dapatkan sedikit kudapan dari jamuan besar itu. Memberiku bekal untuk sisa hidupku. Berulah layaknya mahluk...
missed in your mind...